Postingan

Ailurophobia dan Pulau Impian

Gambar
“Kuingin ke tempat itu, disana bersama dirimu. Ku ingin jiwaku abadi, disana bersama dirimu” – Sparkle Band Setiap orang yang terlahir di dunia diwarisi oleh segala kelebihan dan kekurangan. Juga dengan segala ciri khas yang telah melekat dalam keseharian yang sebagai bagian dari kepribadian. Dan hanya dianugerahkan pada orang-orang pilihan. Namun bagaimana dengan orang-orang yang ‘memiliki rasa ketakutan berlebihan’? Apakah termasuk sebuah kelebihan atau kekurangan? Ataukah cermin kepribadian? Dan haruskah bangga menjadi orang-orang pilihan? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, ketakutan yang sangat berlebihan terhadap benda atau keadaan tertentu yang dapat menghambat kehidupan penderitanya disebut fobia . Dalam ilmu psikologis bahkan disebut sebagai salah satu masalah kejiwaan. Dalam keseharian kita di lingkungan orang-orang yang bahkan kita kenal, tak jarang dari mereka memiliki ketakutan berlebih terhadap benda-benda atau objek-objek tertentu seperti pada hewan, badut, ba...

Ramadan 1437 H: Saya Rindu Nenek

Gambar
Ramadan datang alam pun riang menyambut bulan yang berkah,  begitulah lantunan lagu hits religi Tompi yang mendadak sering diputar dan didendangkan. Bulan ke-sembilan Hijriyah ini merupakan bulan yang sangat dinanti-nanti oleh umat Muslim di seluruh dunia. Ada yang diberi rezeki untuk menjalankan Ramadan di tanah suci atau bahkan sekedar berkumpul bersama keluarga besar. Saya yakin doa penghujung Ramadan setiap orang adalah ingin dipertemukan kembali dengan tetap bersama keluarga lengkap. Namun setiap orang pun harus berlapang dada dan ikhlas jika tidak ditakdirkan demikian, termasuk saya, termasuk keluarga kami, karena kami masih berduka oleh kepergian nenek.   Almarhumah nenek berpulang pada tanggal 28 April 2016. Kondisi kesehatan beliau memang mulai menurun sejak satu tahun terakhir. Menetap di kampung halaman Kabupaten Bone Sulawesi Selatan, beliau hanya dirawat oleh dua orang nenek yang juga tinggal serumah dan merupakan saudara kandung beliau, om serta sepupu ya...

Selamat Malam Dari Pasar

Gambar
Suara lantang seorang perempuan membuka pagi yang cerah diantara duka yang masih menyelimuti keluarga. Teriakan “bale…bale…” mengisyaratkan bahwa penjual ikan telah datang. Perempuan penjual ikan yang usianya kira-kira sama dengan ibu saya, tampak dengan semangat menjinjing sebuah baskom berukuran cukup besar berisi ikan-ikan jualan yang ditaruh di atas kepala dan dilapisi kain tebal sebagai alas. Tangan kanannya memegang sebuah ember kecil yang juga berisi ikan-ikan, serta tangan kirinya memegang dan memastikan bahwa baskom di atas kepalanya tetap aman. “Tassiaga bale ta’, Bu?” (berapa harga ikan ta’, Bu?) Kata Mama memulai percakapan “Duappulo lima se’bu, Puang” (dua puluh lima ribu, Puang) “Manakko suli?” (kenapa mahal?) Tanya Mama dengan nada tidak bercanda “Appakoro memang, Puang. Loki bale agae, Puang ?” (karena memang begitu, Puang. Mau ikan yang mana, Puang?) Jawab ibu penjual dengan senyum simpulnya “Bale Cakalang na. Duo pulo sebbu na” (ikan cakalang. Dua pul...

Dari Kuburan Batu Sampai Negeri Di Atas Awan

Gambar
Saat melakukan kunjungan kerja di Maros, saya terpaku pada salah satu rumah yang sedikit berbeda dengan rumah-rumah lain yang ada, yaitu rumah yang memiliki tongkonan walau dibangun seadanya oleh si pemilik rumah. Setelah selesai melakukan wawancara, saya pun iseng minta diabadikan dengan latar rumah bertongkonan itu. Selang beberapa bulan kemudian, saya berada di tempat yang tidak hanya dapat melihat satu tongkonan saja, tapi banyak, bahkan di sisi kiri dan kanan perjalanan. Yah, saya dan teman-teman sampai di Toraja, yang merupakan hadiah survey sebulan kami di Takalar. Setelah menempuh perjalanan panjang dengan menggunakan mobil rental, akhirnya sekitar pukul sembilan malam tibalah kami di Toraja. Bersyukur tidak harus sibuk mencari penginapan, karena salah satu senior kami memiliki basecamp yang juga sudah jadi tempat tinggal dan cukup luas untuk kami berlima tempati selama kami berada dua hari disana. Dan atmosfir dingin nya malam di Toraja mendukung kami untuk segera terlela...

"Malarindu"

Gambar
Belakangan cuaca kota Makassar tak mendukung. Efek Equinox beberapa hari lalu yg gagal moveon mungkin?! Sedikit-sedikit panas bingits dan tak jarang tetiba hujan deras. Kalau cuaca saja bisa galau, hati bisa apa.  Payahnya, cuaca pun bersepakat dengan tubuh untuk saling tak se-iya se-kata. Indikasi malarindu ?! Malarindu adalah sebuah keadaan dimana tidak terkontrolnya sistem imun tubuh dan membuncahnya rindu kepada suatu perisitiwa serta orang-orang yg terlibat didalamnya. Gejalanya? Kurang lebih sama dengan sakit ringan biasa, namun disertai kebiasaan mengenai akan suatu hal yang kemungkinan kecil akan kembali terulang. Bisa dialami laki-laki atau perempuan, tapi 90% besar kemungkinan pada perempuan. Jangan khawatir, malarindu itu tidak menular kecuali kalau dekat-dekat dengan orang yang gampang terbawa perasaan. Obatnya? Ketemuan. Kalau kejauhan? Jaga komunikasi lewat smsan, teleponan dan medsos yg bertebaran. Kalau tidak ada kesempatan? Yah saling mendoakan dalam kebaikan...

‘Ki-Mi-Ji’ nya Makassar

Gambar
Kota Anging Mamiri sungguh menawarkan beragam pesona. Tidak hanya dikenal sebagai ibu kota Sulawesi Selatan dan kampung halaman Pak Jusuf Kalla. Ada banyak hal yang bisa memanjakan mata masyarakat lokal sampai mancanegara. Dari objek-objek wisata, kulineria, bahkan komunitas-komunitas kreatif  anak muda. Paket komplit semuanya :) Kurang lebih 24 tahun di Makassar, dan ber- backround sebagai anak dara bugis,  nyaris tidak khatam bahasa daerah Makassar. Pengetahuan tentang bahasa daerah Makassar sebenarnya masih menjadi PR besar bagi anak-anak muda, apalagi di era yang segalanya berkembang dengan semakin dituntut pula untuk mengetahui keanekaragaman bahasa. Namun terlepas dari hal itu, ada satu hal yang tidak bisa terpisahkan  dan sudah menjadi ciri khas keseharian di kota Makassar sendiri, yah bisa dikatakan sebagai dialek atau lebih tepatnya penggunaan imbuhan khusus dalam komunikasi ala orang Makassar. Pengalaman ketika ber-partner kerja dengan orang-orang Jakarta...

24! ☺

Gambar
"Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun. Dan dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati. Agar kamu besyukur" Alhamdulillahirabbilalamin, kembali diberi kesempatan sama Allah untuk menghirup udara segar di 17 februari diiringi untaian doa-doa indah yang insyaAllah akan segera diijabah. Usia 24 tahun tapi look berasa masih seperti 14 tahun hahaha. Jangan tanyakan ke yang birthday kapan nge- wedding day yah hahaahihihuhuhehehoho ^^ Syukron surprise + videonya kak Aen dan FKBS-Family, syukron kadonya Pitti, syukron telepon dan editan fotonya Nungki, syukron surprise ucapannya sahabat PS, syukron untuk semua doa dan ucapan serentaknya yang menghiasi sosial media akyuuu yg baca nya sambil terharuuu! Cannot mention one by one of you all . Tetaplah menjadi sumber kebahagiaan dan semangat! Semoga diri semakin diberi kesehatan yang baik, diberi rejeki yang makin berkah, bermanfaat untuk orang banyak, makin dewasa,...