Postingan

POV 'USIA 30+ TAHUN BELUM MENIKAH'

Tulisan ini terinspirasi setelah menonton sebuah podcast di kanal youtube influencer muslimah. Ku sebut mereka para perempuan sebaya, karena usianya tak jauh dariku. Adalah Teh Jeje 28 tahun, Teh April 30 tahun dan Teh Sri 33 tahun. Disclaimer, usiaku tahun ini masuk 34 tahun. Fyi , banyak yang un-expect kalau usiaku sudah kepala tiga plus . Mereka selalu mengira i'm older than my age, mungkin karena badanku mungil dan sisi inner child -ku masih melekat dan jadi identity -ku. Tapi, sebagian orang juga banyak yang notice sisi kedewasaanku, katanya dari caraku berpenampilan, ber- attitude , berkomunikasi, dan bersosialisasi. Ah, Masya Allah Oke back to the topic tentang podcast. Podcast ini adalah episode pertama sekaligus edisi perdana yapping- an mereka bertiga. Sebagai penikmat kontennya, i hopefully masih berkelanjutan ke episode berikutnya dengan insight topik lainnya. Podcast bertemakan 'usia 30+ tahun belum menikah' ini, pembahasannya  super relate 1000% ...

Beyond The Stage Event

Gambar
Memberanikan diri mau ikut konser lagi, invitation privilege a.k.a tiket gratis kali ini tidak boleh disia-siakan.  Singkat cerita, ku mengomentari story Instagram salah satu kawanku tentang event ini, karena guest star -nya adalah para penyanyi favoritku, yaitu Ten2Five dan HIVI. Melihat hari H pelaksanaannya di weekday plus tanggal tua, ku menepis keinginan untuk ikut event ini.  Suatu sore di keesokan harinya, kawanku ini kemudian mengirim pesan, menanyakan waktuku luang atau tidak di hari tersebut dan langsung menawariku tiket gratis dari komunitasnya ( fyi, she is vendor from Instax Indonesia & Instax Squad Makassar). Tentu saja ku iyakan. Dinas weekeday bisa kuganti di weekend esok hari nya. Prinsipku, kerja bisa besok, kalau nonton konser gratis?! Kapan lagi. Hehe Maka, hari itu, ku memutuskan datang ba'da Ashar. Kawanku sudah me- notice beberapa hal untuk event ini, seperti agar ku bisa datang lebih awal, agar menggunakan dresscode sesuai tema acara tapi ...

Ahlan Wa Sahlan, Tuan

Gambar
Selamat datang di ruang pikiran, dan lorong perasaan, Tuan :) Mula pada pesan, saling terhantarkan, perihal pinta bantuan. Berkelanjutan, tentang pertemuan, yang mengesankan. Meskipun, tunduk dalam papasan, diam tanpa sapaan.  Langkah kaki pelan, menuju rumah Tuhan, balik punggung tangguh Tuan, lekat pandangan terarahkan, dekat penjagaan terapalkan. Tuan, jangan bosan. Teruslah menjadi 'gerbang kebaikan', juga 'pintu keberkahan'. Teruslah menjadi sempurna, dalam penjagaan. Disini, ada Puan, yang mengusahakan, kesetaraan.

Welcome Back, KEY Class

Gambar
Ahad routines edisi Oktober-ku kali ini bersama komunitas Yuk Ngaji Makassar di kegiatan Kelas Eksekutif Yukngaji (KEY) sesi Akidah. Banyak banget yang tanya, 'sudah pernah ikut, kok (mau) ikut lagi?' Actually , keikutsertaaanku kali ini adalah privilege by Allah. Ku diminta menjalankan sebuah amanah dari panitia, dan sebagai imbalannya, mereka menawariku fasilitas penuh sebagai peserta secara gratis. Ku hanya perlu menjalankan kontrak belajar mulai dari materi pertama hingga keempat, mengikuti hangout pekanan sampai hangout akbar. Merasakan pengalaman di batch sebelumnya, tentu ku sangat excited mengikutinya. Waktuku yang luang dan jarak lokasi pelaksanaanya yang dekat dari rumah jadi pertimbanganku untuk mau join 'KEY Project Tim' . Tiap pekan, ku dapat jatah offday kerja sebanyak satu kali, sehingga tiap Ahad di bulan itu, ku manfaatkan untuk mengisi kegiatanku dengan kelas KEY. Salah satu kesyukuranku pun, akses ke lokasi juga dekat, sehingga ku bisa hadir se...

Bucketlist Checked: Umroh

Gambar
The best invitation of 2025. My biggest reward from office too . Masya Allah Alhamdulillah. Passport pertama, visa pertama dan penerbangan luar negeri pertama. Ya, karyawan yang diumrohkan itu sekarang adalah aku. 29 Juli adalah hari yang tak terlupakan olehku. Most memorable moment yang pernah ku rasakan. Kalau di- recall , mimpi apa semalam?! Jujur, tidak ada, malah ku tidur nyenyak.  Siang hari saat waktu lowong dinas, ownerku, Ibu Hj. Ika, datang ke ruangan dan ternyata ingin menemuiku. Ku sempat diberi pertanyaan-pertanyaan yang menegangkan, and the end sebuah 'surat cinta' diberikan padaku, bertuliskan: 'selamat Anda diberangkatkan Umroh' . Responku seketika menangis dan gemetar, tak sangka bahwa Allah secepat dan setepat ini kabulkan wishlist -ku. Di hari yang sama pula, Beliau sendiri yang mengantarku ke kantor travel- nya untuk mengambil koper. Ku tahan berita bahagia ini hingga tiba di rumah. Sengaja tak ku sampaikan di grup keluarga, dan ku berhasil member...

Thankyou for Having Me, Ittiba Makassar

Gambar
Being volunteer of Ittiba Rasulullah Yuk Ngaji x Yuk Ngaji Makassar adalah wishlist tahun lalu yang Allah ijabah di tahun ini. Tahun lalu, ku menjadi peserta event Ittiba Reconnect Rasulullah tepatnya di bulan September. Saat itu ku sudah cukup aktif mengikuti kajian pekanan dan bulanan komunitas ini yang akhirnya membawaku ke event ini. Acara yang sudah kunanti sejak sebulan sebelumnya, sangat memenuhi ekpektasiku saat itu. Bagaimana tidak, masih opening sudah dibuat merinding, sampai closing tetap dibuat nangis tanpa henti. Tau bahwa malaikat Allah pun turut membersamai majelis tersebut dan mendengar doa-doa yang akan teramini, maka salah satu pinta yang kupanjatkan: “ Ya Allah izinkan tahun depan menjadi bagian dari event ini lagi”. Ku jadi salah satu dari yang beruntung mendapat privilege sebagai syarat pendaftar volunteer dua event Ittiba Rasulullah sekaligus, di sesi Reconnect di pagi hari dan di sesi Disconnect di malam hari. Kontraknya singkat, padat dan cukup be...

Life After Bracket

Sebelum sharing lebih lanjut, mau desclimer sedikit dulu alasanku (akhirnya) menggunakan behel yang belum banyak yang tahu.  Jadi, beberapa bulan belakangan, ku memiliki keluhan gusi berdarah dan gigi goyang bagian depan. Setelah konsul ke beberapa dokter gigi, diagnosis awalnya adalah radang gusi. Ku pun sempat ditolak untuk tindakan blaching karena kondisi gusiku yang tidak sehat. Beberapa dokter menyarankan untuk segera konsul ke dokter spesialis agar segera tertangani. Di antara rasa cemas dan takut, ku pun melakukan ikhtiar untuk mencari dokter yang sekiranya bisa menangani keluhanku, tapi ada yang   jadwalnya kurang cocok dan ada yang kurang sreg. Untungnya, keluarga kami ada yang berprofesi sebagai dokter spesialis gigi, tempat praktiknya dekat dengan rumah dan kantor, pun Beliau sedikit mengenalku walau kami jarang bertemu satu sama lain sebelumnya. Saat konsul perdana, ku mendapatkan tindakan scaling dan pemberian antiseptik serta dilakukan pengecekan kondisi gus...