Thankyou for Having Me, Ittiba Makassar
Being volunteer of Ittiba
Rasulullah Yuk Ngaji x Yuk Ngaji Makassar adalah wishlist tahun lalu
yang Allah ijabah di tahun ini.
Tahun lalu, ku menjadi peserta event
Ittiba Reconnect Rasulullah tepatnya di bulan September. Saat itu ku sudah
cukup aktif mengikuti kajian pekanan dan bulanan komunitas ini yang akhirnya
membawaku ke event ini. Acara yang sudah kunanti sejak sebulan sebelumnya, sangat
memenuhi ekpektasiku saat itu. Bagaimana tidak, masih opening sudah dibuat
merinding, sampai closing tetap dibuat nangis tanpa henti. Tau bahwa malaikat
Allah pun turut membersamai majelis tersebut dan mendengar doa-doa yang akan
teramini, maka salah satu pinta yang kupanjatkan: “Ya Allah izinkan tahun
depan menjadi bagian dari event ini lagi”.
Ku jadi salah satu dari yang
beruntung mendapat privilege sebagai syarat pendaftar volunteer dua
event Ittiba Rasulullah sekaligus, di sesi Reconnect di pagi hari dan di
sesi Disconnect di malam hari. Kontraknya singkat, padat dan cukup berat. Ku diminta
untuk invest waktu, tenaga, materi dan siap ditempatkan di divisi mana
saja. Tanpa pertimbangan yang panjang, ku mengiyakan semua informasi yang
disampaikan, sembari doa semoga Allah mampukan. Tak lama menanti feedback,
ku di-notice lolos dan diberi tahu: “nanti handle divisi kesehatan
ya, Kak”.
Sebagai tenaga kesehatan, ku excited
dengan amanah yang diberikan. Di divisi ini, ku hanya berdua bersama seorang teman
volunteer yang berprofesi sebagai dokter. Dengan visi misi yang sama,
kami upayakan persiapannya semaksimal mungkin. Kurang lebih tugas kami adalah melakukan
preventif dan kuratif. Lebih detailnya, kami menyiapkan beberapa
obat-obatan, vitamin, susu dan alat kesehatan lainnya. Di hari H, kami memastikan
semua panitia dan volunteer mengonsumsi susu dan vitamin yang kami
berikan, menjadi fast respon jika ada yang membutuhkan obat dan
penanganan lebih lanjut. Plot twist-nya, di sesi malam, ada salah satu
peserta dengan kesehatan dan kesadaran menurun. Dengan bantuan tim medis non volunteer,
peserta tersebut dilarikan ke rumah sakit tempat ku bekerja karena tidak jauh
dari venue kegiatan. First time melakukan rujuk pasien sampai
memastikannya dalam kondisi sudah sehat saat pulang dari rumah sakit setelah
harus rawat inap. Sampai setelah acara selesai, kami diapresiasi sebagai divisi
full service.
Banyak sekali rezeki tak terduga yang didapatkan masya Allah. Bisa check in hotel berpapasan dengan para asatidz sekaligus full team Yuk Ngaji Pusat, rewatch Ittiba Reconnect, ikut sesi brief & doa bersama bersama Ustadz Felix dan Yuk Ngaji tim, ikut sesi brief ekslusif, ketemu influencer Atika Cahya (yang ku tak sangka Beliau ikut di Makassar), foto bersama Ustadz Felix dan Bang Fuadh, rewatch Ittiba Disconnect yang sebelumnya nonton bareng via video, beli Ciomy, dapat free totebag + notebook Ittiba Reconnect + stiker Ittiba Disconnect + koran Ittiba Disconnect, konsumsi ditanggung penuh serta nginap hotel bersama saudari-saudari Berlima-ku.
Selain rasa syukur atas kesemuanya itu, ada satu pesan dari banyak pesan yang disampaikan oleh Ustadz Felix yang sangat meaningfull dan paling haru. Bahwa Ittiba adalah kontribusi untuk Baitul Maqdis sebagai wajah kita (umat Muslim). Pembebasan Baitul Maqdis sama dengan pembebasan dunia. Ittiba adalah jihad ilmu untuk Baitul Maqdis. Meskipun peradabaan ini berat, tapi sungguh Allah lebih besar. Ittiba tidak sesederhana itu. Ber-Ittiba bukan hanya tentang ilmu, juga tentang meneladani person (Rasulullah). Maka, rahasia Ittiba itu cukup dua, yakni sabar dan ihatho’.
Juga ada pesan khusus bagi kami,
para panitia dan volunteer, bahwa manfaatkanlah waktu kita sekarang,
karena sungguh kita tak tau sampai kapan Allah beri amanah dakwah. Kita, jadi
panitia dan volunteer, adalah bagian dari presisinya Allah. Semoga Allah
kembali mengutuhkan kami tanpa kurang satu apapun di event Last Chapter
tahun depan. Yasarallahu lana ya Allah.


Komentar
Posting Komentar