Postingan

Senja Di Cafe Puncak

Gambar
Senja itu candu. Indikasinya menghilangkan sendu nan mendatangkan rindu. Dan mengadu keluh kesah pada senja itu menyenangkan, sekaligus menenangkan. Pada November lalu, saya diamanahkan untuk produktif dengan serangkaian kegiatan dengan jarak waktu yang berdekatan. Maka setelah semuanya selesai dan saat ada tawaran jalan-jalan, saya seketika meng-iyakan ajakan teman-teman, walaupun di hari yang sama adalah pertemuan terakhir kelas kajian. “Selamat datang liburan”, gumam saya dalam hati dengan perasaan yang penuh kesyukuran. Saya menyebutnya self-appreciation-time yang sayang untuk dilewatkan. Pagi itu, saya dan ketiga teman, berangkat dari Makassar dengan cuaca yang cerah. Sembari mengabari teman-teman yang akan kami kunjungi bahwa kurang lebih satu sampai dua jam lagi kami akan tiba. Hampir setiap bulan, Kabupaten Maros sukses menjadi magnet kami untuk berkunjung dan bertemu. Selain karena jaraknya yang tidak begitu jauh dari Makassar, juga banyak opsi tempat dan kuliner ya...

#Q&A Tentang Menulis

Gambar
Marhaban Ya Ramadhan. How’s your day? Semoga ibadahnya diberi kelancaran ya. Nah, salah satu magnet saya untuk mau mulai nulis lagi hari ini adalah saya teringat utang saya untuk ingin berbagi tentang pengalaman saya dalam kepenulisan. Dan saya juga sempat membuka sesi tanya jawab singkat di instagram story . Sehingga terangkumlah beberapa pertanyaan berikut yang akan saya jawab satu per satu.  Q: Kenapa nama blognya diberi nama ‘diarii uchii hamiid’? A: Bagi saya, blog adalah buku harian. Dari blog ini, saya belajar untuk berbagi cerita dan kisah yang sekiranya bisa bermanfaat dibaca bagi banyak orang, yang jika dibandingkan dengan buku harian memang sifatnya lebih privasi dan rahasia. Maka, memutuskan untuk hijrah dari buku harian menjadi blog yang lebih modern dan kekinian adalah keputusan yang tepat. Q: Apa sih bedanya bedanya blogger dan vlogger? Jika disuruh memilih, ingin berkarya sebagai apa? A: Setau saya, blogger adalah orang dan komunitas yang berbagi info...

Resume Kajian "Inside Us"

Gambar
Kajian Pekanan Nisa Yuk Ngaji Makassar Ahad, 28 Februari 2021 Oleh Kak Millah Fatimah Bagaimana gambaran tentang inside us?   Kondisi saat kita merasa sedang berada dalam proses berubah menjadi lebih baik atau hijrah namun masih dalam kondisi seperti itu saja atau stuck pada proses situ saja.   Jika dalam kondisi tersebut berarti ada sesuatu. Apa dan darimanakah penyebabnya?   Adanya ‘monster’ dalam diri yg susah dilawan. Yang menimbulkan sifat-sifat dalam diri kita seperti julid atau nyinyir, malas gerak (mager) atau menunda-nunda sesuatu yang bisa saja disebabkan oleh pengaruh sosial media, serta terjadinya impulsive buying . Selain itu, diri cenderung menjadi galak, tegas, dan disiplin ke orang lain namun lembek dan lembut pada diri sendiri.   Apa yang harus dilakukan untuk mencegah ‘monster hitam’ dalam diri sendiri ? Dengan mengonsumsi jenis makanan, baik berupa fisik maupun non fisik. Salah satunya berupa informasi yang sebaik mungkin menjadi hal baik pula y...

Yes! Saya Sudah Divaksin

Gambar
“Antrian 1370 hingga 1380 silahkan menuju area pendaftaran”, suara lantang pemandu kegiatan memecah keheningan GOR Universitas Hasanuddin. Saya melirik kertas nomor antrian dan memprediksi giliran saya tidak akan lama lagi. Siang itu, saya dan beberapa peserta vaksinasi sudah memenuhi tribun yang sengaja dipersiapkan sebagai ruang tunggu. Dari kejauhan, para Tim Satgas Covid-19 selaku panitia penyelenggara tampak berjaga dan memastikan kegiatan tersebut tetap berjalan sesuai protokol kesehatan.  Tepat seminggu setelah pemeriksaan swab berkala kedua, saya ikut serta dalam Vaksinasi Massal Bagi Tenaga Kesehatan. Kegiatan vaksinasi yang saya ikuti tersebut diadakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Makassar dan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, dengan melibatkan tenaga-tenaga kesehatan dari berbagai latar belakang profesi. Kegiatan yang berselang dua minggu ini memiliki alur yang tidak jauh berbeda, baik di hari pertama ...

Berperan Walau Bukan Terdepan: Kisah Petugas Gizi Rumah Sakit

Gambar
Setiap hari Selasa pagi, ruang pertemuan selalu menjadi titik kumpul sebelum kami bertugas di ruangan masing-masing. Morning report pagi ini dipimpin oleh dr. Fara selaku Direktur SDM dan Pelayanan Rumah Sakit yang siap mendengarkan keluh, saran dan masukan dari kami, para penanggung jawab unit layanan. Dan untuk memenuhi kewajiban seperti biasanya, saya hadir sebagai perwakilan unit gizi yang bertugas selaku penanggung jawab secara langsung. Memang, selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) hingga new normal oleh karena pandemi, fasilitas kesehatan beserta tenaga kesehatan yang ada di dalamnya, menjadi salah satu instansi yang tetap wajib beroperasi dan wajib berperan serta untuk menunjukkan eksistensi dalam menjalankan tugas manusiawi.   Selama kurang lebih empat tahun bekerja di rumah sakit, masa pandemi ini pula menjadi salah satu tantangan terbesar saya dalam mengabdi. Suatu malam saat pertemuan secara daring oleh tim gizi, saya kembali memberi gambaran bahwa f...