Membaca, Agar Jatuh Cinta

Semalam, salah satu grup komunitas kepenulisan membahas tentang DNF atau dikenal dengan istilah Did Not Finish, yang sederhananya diartikan pada kondisi seseorang tidak menyelesaikan bacaan bukunya. Informasi tersebut menjadi informasi baru buatku, karena ku belum pernah mendengar sebelumnya, dan informasi tersebut ku ketahui di saat ku telah mengkhatamkan buku kesembilan sebagai target bacaanku di tahun ini.

Dari diskusi yang ku simak sekilas, ada beberapa poin yang pernah relate dengan ku, bahkan ku pernah mengalami DNF pada satu buku. Alasannya, karena tulisan pada buku itu tidak sesuai ekpektasiku, bahasanya berat dan kurang dimengerti, pun karena buku itu adalah karya penulis barat yang diterjemahkan, padahal buku itu bersampul manis warna merah muda dan salah satu kado ulang tahun ku saat sekolah dulu. Ku juga pernah lama sekali menyelesaikan satu bacaan buku efek dari over screen time. Tapi setelah case itu, ku semakin memperbaiki minat bacaku, memiliki lebih banyak koleksi buku, hingga sekarang, yang semoga sampai nanti.

Jika ditanya, seberapa besar pengaruh buku bagiku? Buku bisa mengubahku menjadi lebih baik. Ku seperti gelas kosong yang akhirnya dipenuhi banyak insight baru, menata ku memiliki manajemen waktu, menambah kosa kata ku, dan ku tak pernah menyesal untuk spend money yang menurutku worth to buy untuk satu bahkan beberapa buku.

Selain itu, setiap proses baca suatu buku, ada aktivitas-aktivitas bermanfaat yang ku lakukan. Pertama, ku mengaplikasikan anotasi buku. Jadi, anotasi buku adalah menandai poin-poin yang sangat penting bagiku untuk diketahui agar dapat ku aplikasikan bahkan ku amalkan, itu caraku agar lebih dekat dengan pesan-pesan penulis yang disampaikan lewat tulisannya. Hasil anotasi buku tersebut akan kubuatkan resume, baik menuliskan dan menempelkan langsung pada per bab buku, atau membuatnya dalam bentuk yang lebih menarik yaitu journaling. Tak sedikit yang mengapresiasi habits dan karyaku, bahkan ku pernah mention salah satu penulis yang bukunya sudah kuselesaikan and she appreciated it.

Saat ini, ada sembilan buku yang sudah kubaca dan sekitar lima sampai enam buku bersampul baru yang menanti untuk kubaca. Buku hasil kubeli dan beberapa pemberian teman-teman baikku, kesemuanya buku non fiksi, self improvement dan Islami. Di antaranya, buku Bertemu Dewasa karya Farah Qoonita, buku Be The Alpha Muslimah karya Ummu Kalsum, buku Garis Waktu karya Fiersa Besari, buku Karena Kamu Seindah Langit karya Febriawan Jauhari, buku Life Reset: Bertumbuh Dari Sini karya Senja Riandini, buku Venus versus Mars karya Darda Wirda, buku The Power Habits of Rasulullah karya Umi Dilla, buku Baitul Maqdis for Dummies dan Wanita Berkarir Surga karya Ustadz Felix Siaw, dan yang terakhir buku Meeting Muhammad karya DR. Nizar Abazhah.

Menurutku, buku akan selesai kita baca baca jika kita benar membutuhkannya. Kita akan komitmen pada diri sendiri untuk meluangkan waktu me time dengan bacaan buku setiap harinya. Jangan lupa niatkan waktu baca buku yang kita invest harus lebih lama dari screen time kita yang cenderung akan menghabiskan waktu yang less manfaat. Kalau kata Mbak Nana, kita hanya perlu satu buku untuk jatuh cinta pada membaca.

Komentar