Home Sweet Ramadhan

Ramadhan jadi rumah yang selalu dirindu untuk datang padanya. Ramadhan jadi rumah sebagai tempat pulang yang begitu banyak kebaikan di dalamnya. Ramadhan jadi rumah sebagai cara mereduksi keluh kesah dari riuhnya urusan dunia.

‘HOME’ di-mention oleh Allah dalam beberapa surah di Alquran. Yakni pada QS. An-Nahl ayat 68-69 tentang rumah lebah, yang adalah rumah yang paling kokoh dan berstruktur bagus. Kemudian pada QS. Al-Ankabut ayat 41 tentang rumah laba-laba, maka janganlah membuat rumah seperti kepunyaan laba-laba karena mudah rapuh. Selanjutnya pada QS. An-Naml ayat 18-19 tentang rumah semut yang punya banyak labirin dan kokoh. Serta pada QS. At Tahrim pada beberapa ayatnya tentang rumah tangga Rasulullah, tentang keluarga Nabi Nuh dan Nabi Luth, tentang keluarga Asiyah dan keluarga Maryam, yang diantaranya punya kisah berbeda.


 

Merefleksi hal tersebut, walau progress-nya belum dibangun dan dilaksanakan semaksimal target di planner, tapi ku usahakan datang kepada Ramadhan dengan versi diri yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Dengan segala keterbatasan ilmu pun, salah satu aktivitas yang kumaksimalkan kali ini adalah belajar, yang diiusahakannya setiap hari. Bersyukur sekali bahwa banyaknya komunitas yang mewadahi forum belajar / kajian / sharing, baik online maupun offline. Plus bersyukur juga, karena waktu pelaksanaanya jarang bentur sama kegiatan lain. Kalaupun qadarullah ada yang bersamaan, sesi materinya ada record-nya yang dishare di hari yang sama, jadi bisa tetap bisa dapat ilmunya secara penuh masya Allah.

 

So, take a stuck how you are progressing as we draw to closer the end of Ramadhan. Allah will reward you. Selain sebagai rumah, semoga Ramadhan menjadi tabungan ibadah bagi kita untuk bulan-bulan lainnya. Semoga amalan yaumiah kita tak berhenti selepas kita saling tak menetap di sana. 

Komentar