Holiday is still not over.
Jalan-jalan ke ‘Dairyland Fam Theme Park Gowa’ sesuatu yang un-plan
namun terwujudkan. Singkat cerita, waktu di H-1 lebaran, ku sempat punya rencana
mau healing kecil-kecilan dan sudah menentukan akan melakukan apa dan
akan kemana. The real keterbatasan manusia featuring kebesarannya Allah, malah
diberi rezeki dan waktu, lebih dari yang diinginkan dan diekspektasikan.
Pagi-pagi sekali, kami sekeluarga
sudah selesai dengan diri masing-masing, sembari makesure tiket yang
sudah dibeli sejak semalam, mempersiapkan perbekalan pergi dan pulang sampai memastikan
outfit yang digunakan berwarna cokelat senada. Kami menempuh perjalanan
kurang lebih sejam menuju destinasi. Kendaraan yang sudah cukup padat di area
land dan view yang sangat indah memecah pandangan dan mengakhiri
obrolan kecil kami.
Kami masuk secara beriringan. Agar
saling tidak menunggu lama, ku bergegas menuju loket ticketing sembari
menyimak arahan petugas yang cukup detail. Setelah diberi gelang untuk
digunakan masing-masing, ku menyusuri area land dengan penuh excited.
Ku memasuki area magic village
terlebih dahulu, berhubung dekat dengan gate masuk. Disana ada rumah
hobbit, karena masih terbilang baru, terlihat belum rampung sempurna namun tetap
bisa available akses bagi pengunjung. Rumah hobbit dengan bangunan khasnya
tersebut, tampak berjejer warna warni yang memberi kesan estetik meski dari
kejauhan.
Setelah cukup mengitari lokasi
pertama, ku masuk di area centre-nya, yakni farm and petting zoo.
Sesuai namanya, disini cukup banyak jenis hewan yang bisa dilihat secara dekat,
juga kita bisa ‘interaksi’ dengan hewan-hewan tersebut. Seperti bisa memerah
susu sapi, memberi makan kelinci dan kambing, melihat ritme kura-kura dengan
langkah lambatnya serta menunggangi kuda. Ku pribadi kurang suka berlama-lama
di area ini, karena bau khas nan menyengat cukup semerbak di antara cuaca panas
pagi itu. Untungnya, di sekitarnya ada jembatan kecil dan baling-baling khas
rumah Belanda, view-view cantik yang ku tetap ingin berswa foto disana.
Rute selanjutnya, adalah Sakura
Park. Nah, ini baru area favoritku. Pohon-pohon bunga Sakura berwarna merah muda
banyak disana. Menariknya area ini memang di-desain dengan sangat magic
khas negara Jepang. Disini, udaranya lebih sejuk dibanding dua area sebelumnya,
walau situasinya lebih crowded.
Menuju exit gate, etalase
es krim menyita perhatianku. Ku memesan es krim cone cokelat mix vanilla
terlebih dahulu, menikmati dan menghabiskannya di antara pengunjung yang lalu
lalang di sekitarku, yang cukup sukses mereduksi lelahku.
Part terakhir, adalah area
store Chocomory, adalah oleh-oleh khas yang diproduksi langsung. Ada
banyak jenis makanan dan minuman ringan seperti pie, cokelat, aneka susu dan yoghurt,
yang terjual terpisah bahkan paketan. Ada juga aneka merch seperti tas,
baju dan boneka. Mumpung disini, kami cukup membeli banyak dan hampir semua
jenis untuk kami konsumsi dan bawa pulang. Sebagai penutup fam trip, kami
memutuskan untuk makan siang bersama di Bebek Tepi Sawah, yang tak jauh dari
lokasi dairy land.
Sekian edisi EID long holiday
memories captured-nya. Senang sekali masya Allah.
Komentar
Posting Komentar